Selasa, 07 Januari 2014

Prestasi Bulu Tangkis Indonesia Dari Masa Ke Masa





Berbicara tentang bulutangkis, Indonesia adalah salah satu negara yang paling diperhitungkan karena memiliki pemain-pemain bulutangkis terhebat. Kehebatan Indonesia di ajang kompetisi bulutangkis sudah santer terdengar sejak tahun 60an, ketika salah satu legenda bulutangkis Indonesia yang bernama Tan Joe Hok berhasil menjuarai turnamen bulutangkis All England dan meraih medali emas Asian Games. Bahkan Tan Joe Hok telah berhasil membawa tim bulutangkis Indonesia untuk pertama kalinya menjuarai kompetisi Piala Thomas pada tahun 1958 bersama 6 atlet bulutangkis putra lainnya. Setelah itu, trend positif kompetisi bulu tangkis di kancah dunia terus diperlihatkan oleh para atlet Indonesia.


Pada tahun 60an dan 70an, Indonesia memiliki Rudy Hartono dan juga Tjun Tjun yang namanya sangat disegani oleh para pesaingnya di seluruh dunia karena torehan prestasi mereka yang sungguh mengagumkan. Selanjutnya, pada era tahun 80an, kita mempunyai Lim Swie King yang juga mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional lewat olah raga bulutangkis. Pada tahun 90an, trend positif tersebut terus berlanjut dengan munculnya semakin banyak nama pemain bulutangkis handal dari Indonesia. Kendati setelah itu prestasi bulutangkis Indonesia sempat menurun, namun kini para atlet bulutangkis Indonesia, seperti Taufik hidayat, Liliyana Natsir, Markis Kido, dan lain-lain, telah mulai bangkit untuk kembali meneruskan tradisi juara di cabang olah raga bulutangkis.

Siapa Yang Layak Menyandang Gelar Pemain Terbaik?

Jika ukuran untuk penyandang gelar pemain terbaik sepanjang masa adalah banyaknya torehan gelar juara, maka tak diragukan lagi bahwa Rudy Hartono layak untuk dinobatkan menyandang gelar tersebut. Rudy Hartono telah berhasil menjuarai kompetisi bulutangkis All England sebanyak 8 kali. Prestasi gemilangnya tersebut dia ukir mulai dari tahun 1968 hingga 1980. Torehan tersebut bahkan membuat namanya tercatat dalam buku Guiness Book of Record. Namun tentu saja setiap atlet yang berjaya memiliki tantangan tersendiri di masa kejayaannya. Susy Susanti dan Ricky Subagja juga layak untuk dinobatkan menyandang gelar pemain terbaik sepanjang masa apabila ukurannya adalah torehan gelar terlengkap dan level kesulitan kompetisi yang dihadapi. Susy dan Ricky tercatat sebagai atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil meraih gelar terlengkap, yakni mulai dari Indonesia Open, Jepang Open, All England, Grand Prix Final, hingga Olimpiade.




Memperbaiki Prestasi Bulutangkis Indonesia Masa Kini


Dengan panjangnya sejarah kemenangan Indonesia di ajang kompetisi bulutangkis lewat para atletnya yang melegenda, prestasi bulutangkis Indonesia yang sempat terpuruk kini harus mampu bangkit. Sebetulnya, tidak begitu penting untuk menentukan siapakah atlet terbaik sepanjang masa karena tentu setiap atlet telah menjadi pahlawan di eranya masing-masing. Masih banyak sekali nama pemain yang tidak bisa disebutkan satu per satu di sini karena memang saking banyaknya para atlet bulutangkis Indonesia yang berprestasi. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa menjadikan kemenangan para legenda di masa lalu sebagai inspirasi untuk mengembalikan kejayaan kita, bukan justru terlena karenanya.




Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan jumlah penduduk terbesar. Dari sekian banyak penduduk yang tinggal di Indonesia, mereka pasti mempunyai cabang olahraga yang digemari. Bulutangkis boleh jadi merupakan salah satu cabang olahraga dengan jumlah penggemar cukup banyak di Indonesia.

Sebenarnya, sepakbola juga menjadi salah satu cabang olahraga yang juga mempunyai banyak penggemar dari seluruh penjuru Indonesia. Namun, berbeda dengan sepakbola, Indonesia mempunyai prestasi yang membanggakan di ranah internasional. Banyak atlet bulutangkis asal Indonesia yang mengukir prestasi di turnamen bulutangkis internasional.

Namun, prestasi atlet bulutangkis Indonesia beberapa tahun terakhir sedang merosot. Lagi-lagi masalah yang muncul berkaitan dengan kepengurusan bulutangkis nasional yang amburadul terutama di tingkat Pelatnas. Beberapa tahun terakhir bendera merah-putih jarang berkibar di turnamen bulutangkis internasional.


Masyarakat Indonesia menyadari betul mengenai hal ini dan perombakan mulai terjadi di kepengurusan nasional bulutangkis. Terpilihnya Gita Wirjawan sebagai ketua PBSI dirasa membawa angin segar di dunia bulutangkis Indonesia. Perombakan sistem kepelatihan pun dilakukan untuk menajamkan taji Indonesia di dunia bulutangkis internasional.

Alhasil, tahun 2013 ini atlet bulutangkis Indonesia mulai mengukir prestasi dengan merebut gelar di beberapa turnamen bergengsi yang diadakan di berbagai negara. Atlet bulutangkis yang kini dikawal oleh Rexy Mainaky sebagai pelatih kepala berhasil mengukir prestasi dan melambungkan kembali nama Indonesia di dunia bulutangkis dunia.

Raihan prestasi pertama muncul dalam gelaran Maybank Malaysia Open Super Series 2013 dengan memunculkan nama pasangan ganda putra Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan sebagai juara di nomor ganda putra. Selain itu, ada pula Sony Dwi Kuncoro yang meraih posisi runner up untuk nomor tunggal putra.

Para atlet bulutangkis muda juga mengukir prestasi lewat ajang Iran Fajr International Challenge 2013 dengan membawa gelar sebagai runner up untuk tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra. Selain itu, gelar juara tunggal putra diraih oleh Riyanto Subagja sementara gelar juara ganda putra diraih oleh pasangan Wahyu Nayaka dan Ade Yusuf.

Di gelaran grand prix gold, ada nama Tommy Sugiarto yang menjadi runner up Yonex German Open grand Prix Gold 2013. Selain itu, ada pula pasangan ganda putra Angga Pratama dan Ryan Agung Saputra, pasangan ganda putri Vita Marissa dan Aprilsasi Putri Lejarsar Variella, serta pasangan ganda campuran Irfan Fadhilah dan Weni Anggraini yang menyabet gelar juara di ajang Yonex Australian Open Grand Prix Gold 2013.

Prestasi yang mengesankan datang dari pasangan ganda putra Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan yang mampu meraih gelar juara di Djarum Indonesia Open Super Series 2013, Li-Ning Singapore Open Super Series 2013, dan Wang Lao Ji BWF World Champoinship 2013. Tentu nama pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir tidak boleh dilupakan setelah meraih gelar juara di Yonex All England 2013, Li-Ning Singapore Open Super Series 2013, dan Wang Lao Ji BWF World Championship 2013. Indonesia! Indonesia!

Keindahan Alam Di Indonesia


Pemandangan Alam Paling Indah di Indonesia 

Indonesia punya keindahan alam yang luar biasa. Dianugerahi lanskap yang seakan tak pernah habis. Dari ujung barat hingga timur, deretan gunung, lembah, laut, danau, hingga taman nasional menunggu untuk dijelajah. 

Ini hanyalah secuil daya tarik wisata yang ditawarkan negeri agraris sekaligus bahari ini, dengan eksistensi suku dan budaya sebagai bumbunya. Lanskap yang disuguhkan Bumi Pertiwi seakan tak berujung, mulai dari deretan pegunungan yang megah hingga kekayaan biota bawah laut.

Inilah Pemandangan Alam Paling Indah di Indonesia. 


Danau Toba,Sumatera Utara

Eksistensi Toba sebagai danau vulkanis telah tersohor di berbagai belahan dunia. 75 Ribu tahun lalu Supervolcano Toba meletus, membentuk sebuah kaldera dan menghujani sebagian bumi dengan debu vulkanis. Seiring zaman, kaldera sepanjang 100 kilometer dengan lebar 30 kilometer itu berubah menjadi danau.

Danau yang berada di Provinsi Sumatera Utara ini menjadi danau terbesar di Asia Tenggara. Kini Toba menyuguhkan keindahan tanpa batas lewat danau yang seakan tanpa batas, dikelilingi bebukitan hijau di sekelilingnya. Udara yang sejuk dan kabut di pagi hari membuat tempat ini layaknya lanskap alam di Eropa Utara sana.

Titik favorit menikmati panorama Danau Toba adalah Tongging. Dari sini, dua pemandangan sekaligus terhampar di hadapan mata: Danau Toba dan Air Terjun Sipiso-piso. Pulau Samosir yang seakan mengambang di tengah danau punya budaya dan kerajinan khas masyarakat Batak. Kota Brastagi yang tak jauh dari sini adalah penghasil buah-buahan segar, terutama Markisa. Anda juga bisa berendam air panas di pemandian alami, di lereng Gunung Sinabung dan Sibayak.

2. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur



Mungkin Anda melihat Baluran sebagai Taman Nasional yang tandus dan kering. Namun justru itulah kekayaan alam yang jadi habitat flora dan fauna liar. Sebanyak 40% wilayah Taman Nasional ini terdiri dari sabana. Tak heran, tempat ini disebut Africa van Java. Terletak di Situbondo, Jawa Timur, Taman Nasional yang berada di lereng Gunung Baluran ini punya ratusan flora dan fauna termasuk yang dilindungi dan hampir punah.

Mengunjungi Taman Nasional Baluran berarti memotret sisi liar kehidupan flora dan fauna di Indonesia. Ada sekitar 444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, serta 155 jenis burung termasuk yang langka seperti Layang-layang Api dan Tuwuk Asia. Dari atas menara pemantau Anda bisa menyaksikan kehidupan alami banteng, kerbau liar, kijang, macan tutul, hingga kancil.

Tak banyak yang tahu, Taman Nasional Baluran juga menyimpan sebuah pantai tersembunyi. Namanya Pantai Bama, sekitar 16 kilometer dari gerbang masuk Taman Nasional. Pasir putih, ombak yang tenang, serta deretan pohon bakau akan memanjakan mata para pengunjungnya. Taman lautnya penuh oleh anemon dan ikan badut yang hilir mudik di antaranya.

3. Ngarai Sianok dan Lembah Harau, Sumatera Barat



Provinsi Sumatera Barat dianugerahi lanskap alam yang memesona, salah satunya adalah lembah. Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi dan Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota mewakili keindahan lembah khas Indonesia. Hijau dan megah, dikelilingi tebing-tebing setinggi gedung pencakar langit di Jakarta.

Ngarai Sianok bagaikan Grand Canyon di Amerika, dalam versi lebih sejuk dan lebih asri. Sementara itu, Lembah Harau sering didaulat sebagai lembah paling cantik di Indonesia. Areal sawah nan hijau dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi, menjadi tempat favorit wisatawan untuk berfoto ataupun memanjat tebing itu.

Kedua lembah ini dikelilingi hutan tropis yang masih asri. Lembah Harau juga punya beberapa air terjun yang dinginnya menggigit kulit. Selain itu ada pula Gua Seribu yang berada di tengah hutan. Namanya mewakili banyaknya cabang jalan yang ada di dalamnya.

4. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat



Beranjak dari legenda empat kerajaan di Papua Barat: Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta, Kepulauan Raja Ampat adalah surga wisata bahari di Indonesia. Kabupaten ini punya 610 pulau dengan perairan jernih memesona, dihuni oleh seperempat biota laut yang ada di dunia. Heterogenitas flora dan fauna bawah air Raja Ampat terkenal di seluruh dunia, membuat kawasan ini jadi surga para penyelam.

Kawasan Nabire di bagian "kepala burung" Papua menjadi habitat hiu paus raksasa. Ada pula Manta Point, tempat para penyelam menari dikelilingi pari raksasa dengan bentangan sayap 9 meter. Bangkai kapal dan pesawat peninggalan Perang Dunia II terdapat di dekat Pulau Wai, menjadi habitat ikan hias dan anemon warna-warni.

Kepulauan Raja Ampat disebut-sebut sebagai salah satu lokasi penyelaman terindah di dunia. Baik itu snorkeling maupun diving di laut dalam, Raja Ampat adalah Raja-nya keindahan bahari di Indonesia.

5. Gunung Rinjani, Lombok



Rinjani tersohor sebagai gunung paling indah di Indonesia. Tak heran gunung yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini menjadi favorit para pendaki. Lanskap hijau, Danau Segara Anak, serta kaldera mahabesar adalah cermin kecantikan Gunung Rinjani.

Namun, bicara Rinjani tak melulu identik soal gunung. Taman Nasional Gunung Rinjani terletak di garis transisi Wallacea dan Australasia, menghasilkan keanekaragaman flora dan fauna. Lutung alias monyet hitam biasa ditemukan saat pagi tiba. 

6. Wakatobi,Sulawesi Tenggara
Wakatobi Island sebuah daerah yang berlokasi di Laut Banda Sulawesi Tenggara merupakan Daerah tujuan wisata yang sangat fantastis sebagai wisata selam dan Wisata Laut yang di miliki indonesia tercinta.
Keajaiban Laut Bawah dan terumbu karang terbaik di dunia menjadikan wakatobi sebagai salah satu tujuan wisata ( wisata menyelam khususnya ) yang wajib anda kunjungi bagi anda pecinta Diving.
Wakatobi Resort menawarkan penyeleman kelas dunia didukung oleh rumah karang yang spektakuler serta kemudahan akses ke tempat penyelaman dengan keanekaragaman kehidupan bawah laut ditambah lagi dengan keamanan dan kenyamanan dalam melakukan aktifitas selam yang sangat terjamin dengan wilayah laut yang terproteksi.
Wakatobi Resort juga memiliki staff yang berpengalaman dan berpengetahuan dalam pelayanan wisata, dengan sajian menu makanan yang sehat dan keanekaragaman rasa, serta dilengkapi dengan perangkat komunikasi satelit dengan akses internet 24 jam, sehingga Wakatobi Dive Resort melayani tamu dengan pelayanan standar dunia.
Resort ini juga dilengkapi dengan lapangan terbang Maranggo di pulau Tomia dengan jalur penerbangan yang menghubungkan pulau Bali ke Tomia akan membuat perjalanan ke Wakatobi semakin mudan dan nyaman.



Perkembangan Ekonomi 2013

Melemahnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa, mulai berimbas ke Indonesia, dengan turunnya ekspor. Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2012 masih bisa mencapai 6,23% (YoY) dan merupakan salah satu yang tertinggi di Asia setelah China yang tumbuh sebesar 7,8% (YoY), namun lebih rendah dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 sebesar 6,5%. Pertumbuhan ini juga lebih rendah dibandingkan tahun 2011 yang mampu mencapai 6,5%. Adapun nilai PDB Indonesia atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2012 mencapai IDR 2.618,1 trilyun, naik sebesar IDR 153,4 trilyun dibandingkan tahun 2011 yang mencapai IDR 2.464,7 trilyun. 


Berdasarkan penggunaannya, laju pertumbuhan sektor tertinggi pada tahun 2012 terjadi pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik sebesar 9,81% (YoY). Meski mengalami laju pertumbuhan tertinggi, secara kuartalan pertumbuhan sektor PMTB mengalami penurunan cukup signifikan. Pada kuartal IV 2012 secara year on year, sektor PMTB tumbuh sebesar 7,29% menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mampu mencapai pertumbuhan sebesar 9,80%. Bahkan pada kuartal II 2012 PMTB tumbuh sebesar 12,47% (YoY). PMTB memilikimultiplier effectyang luas karena tidak hanya mendorong sisi produksi, namun juga menstimulasi sisi konsumsi. PMTB akan mendorong pembukaan dan perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, yang nantinya akan menstimulasi konsumsi masyarakat.

Selain PMTB, pertumbuhan ekonomi di tahun 2012 juga ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga, tercatat tumbuh sebesar 5,28% (YoY). Sedangkan, sektor Konsumsi Pemerintah yang diharapkan menberikan sumbangan optimal pada pertumbuhan ekonomi nasional hanya tumbuh sebesar 1,25% (YoY).

Sementara itu, tekanan pelemahan ekonomi global berimbas pada melambatnya ekspor nasional karena berkurangnya permintaan dari negara tujuan ekspor. Di tahun 2012 ekspor Indonesia tercatat tumbuh sebesar 2,01% (YoY). Sementara itu, impor tumbuh jauh lebih tinggi yaitu sebesar 6,65% (YoY). Secara kuartalan, di kuartal IV 2012, impor Indonesia meningkat pesat, tumbuh sebesar 6,79% (YoY) padahal pada kuartal sebelumnya mengalami pertumbuhan minus 0,17% (YoY). Peningkatan impor ini diakibatkan oleh meningkatnya impor non migas dan migas. Selain itu, kenaikan impor juga dipengaruhi oleh meningkatnya impor bahan baku dan barang modal. Di tahun 2012, impor bahan baku tercatat sebesar IDR 140.127,6 juta, atau tumbuh 7,02% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar IDR 130.934,3 juta. Sementara itu, impor barang modal di tahun 2012 mencapai IDR 38.154,8 juta, tumbuh sebesar 15,24% dibandingkan tahun 2011 yang tercatat sebesar IDR 33.108,4 juta. Laju pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan komponen ekspor menyebabkan Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan.

Dalam kondisi perekonomian global yang tidak menentu, nampaknya Indonesia masih akan mengandalkan konsumsi dalam negeri dan investasi untuk menggenjot pertumbuhan ekonominya di tahun 2013 ini karena kontribusi ekspor belum bisa diharapkan akibat permintaan global yang sedang menurun.


Dari sisi lapangan usaha, 9 sektor lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif pada tahun 2012. Di tahun 2012, sektor Pengangkutan dan Komunikasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,98% diikuti sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran yang tumbuh sebesar 8,11%, serta sektor Konstruksi sebesar 7,50%. Adapun pertumbuhan terendah dialami oleh sektor Pertambangan dan Penggalian, tumbuh sebesar 1,49% di tahun 2012. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga komoditas pertambangan.

Sementara itu, di kuartal IV 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh seluruh sektor. Namun, pertumbuhan paling kecil dialami oleh sektor Pertambangan dan Penggalian, tercatat sebesar 0,48%. Di kuartal IV 2012, terdapat 6 sektor yang memiliki pertumbuhan melebihi angka pertumbuhan PDB yang tumbuh sebesar 6,11% seperti sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang tumbuh 9,63%, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran tumbuh 7,80%, sektor Konstruksi dan Pengolahan masing-masing tumbuh sebesar 7,79%, sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan tumbuh 7,66%, serta sektor Listrik, Gas dan Air Bersih tumbuh sebesar 7,25%.


Meski laju pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan, kondisi ketenagakerjaan Indonesia pada Agustus 2012 menunjukkan keadaan yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi ketenagakerjaan periode sebelumnya. Hal ini ditunjukkan oleh tingkat pengangguran yang semakin menurun. Tingkat pengangguran Indonesia pada bulan Agustus 2012 menurun dibandingkan dengan tingkat pengangguran Indonesia pada bulan Februari 2012. Pada bulan Agustus 2012 tingkat pengangguran Indonesia sebesar 7,24 juta atau 6,14%, sedangkan pada bulan Februari 2012 sebesar 7,61 juta atau 6,32%. Tingkat pengangguran Indonesia pada bulan Agustus 2012 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat pengangguran pada bulan yang sama tahun sebelumnya tercatat mencapai 6,56%. Turunnya tingkat pengangguran Indonesia, nampaknya juga didukung oleh persentase jumlah angkatan kerja Indonesia yang menurun pada bulan Agustus 2012. Pada bulan Agustus 2012 persentase angkatan kerja Indonesia adalah 67,88% menurun dari Februari 2012 yaitu 69,66%.


Review Jurnal

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN KARTU KREDIT DI
WILAYAH DKI JAKARTA
Risna Sulistyawaty


LATAR BELAKANG PENELITIAN

Di jaman era globalisasi ini untuk melakukan transaksi, dapat digunakan berbagai sarana pembayaran, mulai dari cara yang paling tradisional, sampai dengan cara yang paling modern sekalipun. Sejalan dengan perkembangan jaman ditemukan cara yang paling efisien dan efektif untuk melakukan transaksi pembayaran yaitu dengan menggunakan kartu plastik atau lebih dikenal dengan kartu kredit yang mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran. Kartu kredit ini dapat pula digunakan untuk berbagai keperluan yang berfungsi sebagai alat pembayaran tunai. Penggunaan kartu kredit dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan, seperti untuk keperluan uang tunai dalam bepergian, bahkan dewasa ini kartu kredit sudah dapat digunakan untuk segala bentuk pembayaran secara internasional. Pelopor pengembangan kartu kredit di Indonesia dilakukan oleh Citibank dan
Bank Duta. Dewasa ini jenis kartu kredit yang beredar adalah Master Card, Visa Card,
Visa BCA, Dinner Club, Amex Card dan kartu-kartu kredit lainnya.  Khusus untuk Dinner Club merupakan kartu kredit yang bukan dikeluarkan oleh bank, akan tetapi oleh lembaga pembiayaan seperti PT. Dinner Jaya Indonesia.


RUMUSAN MASALAH

Kehidupan di kota-kota besar yang penuh kesibukan membuat orang cenderung menginginkan yang serba cepat, mudah dan praktis termasuk untuk kegiatan yang bersifat konsumtif. Fenomena ini oleh pihak bank selaku penerbit kartu kredit dijadikan acuan untuk menawarkan kepraktisan dan keamanan dalam berbelanja. Adanya kartu kredit ini bagi sebagian orang benar-benar mendukung gaya hidup yang dianutnya, sehingga mereka memanfaatkan pada hampir semua transaksi pembelian barang atau jasa.


TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana jenis penggunaan kartu kredit dapat memprediksi pengelompokkan konsumen ke dalam kelompok pengguna dan kelompok bukan pengguna kartu kredit selain itu faktor-faktor apa saja yang menjadi motivasi konsumen untuk menggunakan dan tidak menggunakan kartu kredit. 


METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ini menggunakan metode kajian lapangan (field studies) yaitu suatu kajian ilmiah Non Eksperimental yang secara sistematis mempelajari hubungan atau korelasi dan menguji hipotesis, serta dilakukan dalam situasi kehidupan nyata (Kerlinger, 1986). 

Jenis dan Sumber Data Penelitian
peneliti menggunakan data gabungan yaitu : data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dan data sekunder yang didapat dari beberapa buku, penelitian sebelumnya, dan dari internet.


ANALISIS DATA
  1. uji reliabilitas; untuk mengetahui apakah alat pengumpulan data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompk individu, walaupun dilakukan pada waktu yang berbeda. Dalam penelitian ini teknik realibilitas yang digunakan adalah Alpha Cronnbach
  2. uji validitas ; untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun benar-benar mengukur apa yang perlu diukur. Uji validitas berguna untuk menentukan seberapa cermat suatu alat melakukan fungsi ukurannya. Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing pertanyaan dengan jumlah skor untuk masing-masing variabel. Angka korelasi yang diperoleh secara statistic harus dibandingkan dengan angka kritik tabel korelasi nilai r (product moment). Bila r hitung > r tabel berarti data tersebut valid dan layak digunakan dalam pengujian hipotesis penelitian. Dan sebaliknya bila r hitung < r tabel berarti data tersebut tidak valid dan tidak akan diikutsertakan dalam pengujian hipotesis penelitian
  3. uji analisis faktor ; untuk menentukan faktor-faktor yang memotivasi pemegang kartu kredit menggunakan kartu kreditnya dan bukan pemegang kartu kredit perlu dilakukan analisis faktor terhadap variabel-variabelnya. Dalam hal ini analisis faktor juga relevan sebagai validitas konstruk yang menguji validitas skala secara keseluruhan (Anastasi, 1990). Analisis faktor merupakan tehnik statistik yang dipakai untuk mengurangi jumlah variabel yang banyak menjadi seperangkat variabel yang lebih sedikit atau untuk memahami pola antar hubungan di antara variabel-variabel yang diamati.

KESIMPULAN DAN SARAN
Terdapat tiga kelompok pemakai kartu kredit antara lain kelompok pemakai jarang (1-3 kali), kelompok pemakai sedang (4-6 kali) dan kelompok pemakai sering (lebih dari 6 kali). Dari masing-masing kelompok pemakai kartu kredit, dapat diketahui bahwa semakin tinggi pendidikan, jabatan dan pengeluaran rumah tangga seseorang maka semakin tinggi frekuensi pemakaian kartu kreditnya. Selain itu dapat dilihat faktor-faktor yang mempengaruhi atau memotivasi perilaku pemegang kartu kredit untuk menggunakan kartu kreditnya. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor keunggulan dan faktor kemudahan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah terbentuk bisa dikatakan dengan gaya hidup masing-masing kelompok. Karena gaya hidup individu itu berbeda dengan individu yang lainnya.